PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SAINS SISWA KELAS IV DI MIMA MIFTAHUL HUDA PUGER – JEMBER

Imron Fauzi[1]

Abstraksi : Penelitian dengan judul ”Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw” telah dilakukan mulai bulan April sampai dengan bulan Mei 2008. Penelitian ini bertujuan untuk Peningkatan aktifitas dan Hasil belajar. Subyek penelitian adalah seluruh siswa kelas IV MIMA MIFATHUL HUDA–Puger. Strategi pembelajaran yang digunakan adalah ”Jigsaw Learning” Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa, yang sebelumnya memperoleh nilai diatas dari 70 hanya sebanyak 7 siswa (27 %) dan pada siklus I mengalami peningkatan, siswa yang memperoleh nilai di atas 70 menjadi sebanyak 23 siswa ( 88 %). Pada siklus II jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas 70 sebanyak 25 siswa ( 97 %).

Kata kunci : Jigsaw Learning, Aktifitas, Hasil Belajar.

PENDAHULUAN

Dalam konteks pembaharuan pendidikan, ada tiga isu utama yang perlu disoroti yaitu pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, dan efektifitas metode pembelajaran (Nurhadi dan Senduk, 2003 : 1).

Proses pembelajaran merupakan proses interaksi antara pesrta didik dengan guru sebagai pengajar, proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan paedagogi yang mencakup strategi maupun metode mengajar.

Keberhasilan belajar peserta didik yang dicapai dapat diukur melalui penilaian hasil belajar. Salah satu metode mengajar yaitu : “Belajar Kooperatif (cooperive learning) yang memerlukan pendekatan pengajaran melalui- penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar” (Nurhadi dan Senduk, 2003 : 20).

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini untuk mengetahui :

Ø Peningkatan hasil belajar Mata Pelajaran SAINS kelas IV dengan metode Jigsaw

Ø Peningkatan aktifitas siswa kelas IV pada proses pembelajaran Jigsaw

Ø Peranan guru dan siswa yang optimal dapat mewujudkan suatu pembelajaran yang benar-benar berbasis kerja sama.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di MIMA Miftahul Huda Puger – Jember kelas IV SAINS sebanyak 26 siswa dengan pendekatan “Pembelajaran Kooperatif Jigsaw”.

Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini peneliti menggunakan tiga siklus, namun, jika ada siklus 1 telah mencapai 90 % telah mencapai nilai 70, maka pelaksanaan siklus selanjutnya dihentikan.


Tahapan siklus meliputi :

Ø Tahap perencanaan, antara lain :

· Masalah yang dihadapi adalah kurang aktif dan minimnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran SAINS

· Penelitian ini di lakukan untuk siswa kelas IV di MIMA Miftahul Huda Puger – Jember

· Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

· Adapun kriteria yang diterapkan penelitian adalah :

1. 90 % siswa mencapai nilai tuntas minimal 70

2. 90 % siswa aktif dalam proses pembelajaran

3. 10 % siswa tidak tuntas dengan nilai kurang dari 70

· Metode yang akan dilakukan antara lain :

1. Jigsaw Learning (Belajar Model Jigsaw)

2. Reading Guide (Panduan Membaca)

3. Team Quiz (Quis Kelompok)

Namun peneliti (saya) lebih memfokuskan pada metode Jigsaw Learning.

Ø Tahap pelaksanaan

Pada tahapan ini guru menerapkan tindakan yang mengacu pada sekenario atau RPP yang telah direncanakan sebelumnya.

Ø Tahap observasi

Pada tahapan ini guru melakukan eksperimen dan evaluasi pada masing-masing kelompok dalam proses pembelajaran tersebut. Guru mencatat semua hasil kegiatan pembelajaran.

Ø Tahap refleksi

Pada tahap ini mencakup analisis nilai dan penyimpulan terhadap hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru.


HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel I berikut, yang menunjukkan hasil evaluasi awal dari observasi sebelum diadakan tindakan.

Tabel I.

No.

Nilai siswa

Jumlah siswa

% siswa

1

< 70

19

73 %

2

> 70

7

27 %

Jumlah

26

100 %

Ket :

Nilai terendah : 30

Nilai tertinggi : 90

Nilai rata-rata : 57

Dari 26 siswa, ternyata siswa yang belum tuntas yang memperoleh nilai diatas dari 70 sebanyak 7 siswa (27 %), sedangkan yang kurang dari 70 sebanyak 19 siswa ( 73%). Maka perlu adanya Penelitian Tindakan Kelas.

SIKLUS I

Perencanaan

Ø Mempersiapkan materi pelajaran (tentang Tata Surya)

Ø Mempersiapkan skenario dengan menggunakan strategi Jigsaw

Ø Mempersiapkan bahan – bahan bacaan yang telah dibagi menjadi lima kategori yang berbeda

Pelaksanaan

Ø Mengedentifikasi keadaan minat dan kesiapan siswa

Ø Membentuk 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 anggota yang karakteristiknya heterogen, sesuai Pembelajaran Kooperatif Jigsaw.

1. Kel. A 1-5 : Tentang Tatasurya

2. Kel. B 6-10 : Tentang Matahari

3. Kel. C 11-15 : Tentang Bumi

4. Kel. D 16-20 : Tentang Bulan

5. Kel. E 21-26 : Tentang Bintang

Ø Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi pelajaran yang telah ditentukan yang berbeda – beda

Ø Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari dikelompoknya

Ø Guru mengembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelompoknya

Ø Guru menyampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengecek pemahaman mereka.

Observasi

Mengevaluasi hasil tidakan kelas, baik pretest, proses, dan postest, baik secara lisan ataupun tulisan.

Hasil Nilai Terlampir

Refleksi

Refleksi berisi analisis data dan penyimpulan. Hasil dari analisis tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel II

No.

Nilai siswa

Jumlah siswa

% siswa

1

< 70

3

12 %

2

> 70

23

88 %

Jumlah

26

100 %

Ket :

Nilai terendah : 60

Nilai tertinggi : 90

Nilai rata-rata : 77

Dari tabel II tersebut menunjukkan bahwa metode Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa, yaitu tampak pada peningkatan siswa yang memperoleh nilai di atas 70 sebanyak 23 siswa ( 88 %) dan yang kurang dari 70 sebanyak 3 siswa (12 %).


SIKLUS II

Dalam sklus II, selanjutnya mengulang langkah kerja siklus I dengan bimbingan guru. Dengan upaya pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan motivasi kembali agar siswa menjadi lebih aktif.

Setelah diadakan tindakan pada siklus II dan dievaluasi, tampak pada tabel berikut:

Tabel III

No.

Nilai siswa

Jumlah siswa

% siswa

1

< 70

1

3 %

2

> 70

25

97 %

Jumlah

26

100 %

Ket :

Nilai terendah : 60

Nilai tertinggi : 100

Nilai rata-rata : 82

Dari tabel III di atas menunjukkan bahwa pembelajaran dengan metode Jigsaw dapat meningkatkan pemahaman siswa. Pada siklus II jumlah siswa yang memperoleh nilai diatas 70 sebanyak 25 ( 97 %) dan 1 siswa belum tuntas. Dari hasil observasi aktifitas siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.

Secara umum, gambaran nilai siswa sebelum tindakan, tindakan siklus I, dan tindakan siklus II digambarkan sebagai berikut:


Lampiran 1

No

Nama

Ulangan harian

Sebelum

Siklus 1

Siklus 2

Siklus 3

1

Taufiqurrohman

70

85

80

2

Ali Wafa

65

75

85

3

Ain Yuni R.

40

75

70

4

Dwi Krisnawati

75

80

75

5

Erwin Sri H

50

80

90

6

Evi Yustiana

35

80

80

7

Erine Rosalia P.

65

90

90

8

Hidayatullah

55

90

95

9

Intan Indana Z

75

90

95

10

Inayatul Masliha

90

85

90

11

Imam Syafii

70

70

80

12

Lutfiana R.

60

75

85

13

M. Nurhasyim

50

70

70

14

M. Irsyadul Ibad

30

60

70

15

M. Deby K

50

75

80

16

M. Fathur R.

35

75

75

17

Nabilatul Ilmin

50

80

95

18

St. Muslikhatun

90

90

100

19

St. Muzayanah

65

75

80

20

Yunita Anggraini

90

90

100

21

Bagus B.

55

70

70

22

W. Hayuni

45

70

75

23

M. Robith

40

80

90

24

Faizatur R.

55

80

85

25

Aldi S.

55

65

70

26

Imam Wahyudi

30

60

60


Lampiran 2

Pokok-pokok Rencana Kegiatan

No.

Perencanaan

Tindakan

Pengamatan

Refleksi

1

· Masalah yang dihadapi adalah kurang aktifnya siswa kelas IV dalam mata pelajaran SAINS

· Metode yang akan dilakukan antara lain:

Ø Jigsaw Learning

Ø Reading Guide

Ø Team Quiz

Namun peneliti (saya) lebih memfokuskan pada metode Jigsaw Learning.

Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario yang telah direncanakan

Melakukan observasi dengan memakai format observasi

Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan, meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan

2

Pembelajaran yang akan digunakan adalah ”Pembelajaran Kooperatif Jigsaw”

Menilai hasil tindakan menggunakan nilai ulangan

Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario, ulangan, dll

3

Materi / bahan ajar adalah tentang Tata Surya

Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluai, untuk digunakan pada siklus berikutnya.

4

Sekenario PBM:

· Membentuk 5 kelompok

· Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi

· Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari dikelompoknya

· Guru mengembalikan suasana kelas


Lanjutan

No.

Perencanaan

Tindakan

Pengamatan

Refleksi

5

Bahan yang diperlukan antara lain: bahan bacaan yang berbeda-beda sesuai dengan materi

7

Evaluasi yang digunakan adalah lesan dan tulisan

8

Observasi yang digunakan adalah hasil ulangan harian


KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan dapat diterik kesimpulan bahwa : (1) kualitas pemahaman SAINA siswa kelas IV MIMA Miftahul Huda – Puger meningkat dengan penerapan pembelajaran kooperatif Jigsaw, ditunjukkan dengan hasil test sebelum tindakan >70 hanya sebanyak 7 siswa (27 %), Siklus I yang memperoleh >70 sebanyak 23 siswa 88%, dan siklus II yang memperoleh >70 sebanyak 25 siswa ( 97 %). (2) membuat siswa lebih aktif, kreatif, penuh semangat dan tidak cepat bosan dalam perspektif pembelajaran.

Saran

Dalam upaya meningkatkan kualitas pemahaman siswa maka disaranakan : (1) Guru SAINS hendaknya menggunakan berbagai macam strategi dalam pembelajaran (2) Evaluasi tidak harus tertulis untuk mendapatkan diskripsi hasil belajara siswa dan (3) Guru harus lebih memotivasi siswanya.

DAFTAR PUSTAKA

Hobri. 2007. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jember: DIKNAS

Khusnuridlo, M. 2008. Petunjuk Praktis Penyusunan Usulan/Proposal PTK. Jember: STAIN

Nurhadi dan Senduk, Agus Gerrad. 2003. Pembelajaran Kontekstual (CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang: UM

Zaini, Hsyam dan Bermawy Munthe. 2005. Strategi Pembelajaran Aktif.

Yokyakarta: IAIN Sunan Kalijaga


[1] Guru SAINS kelas IV di MIMA MIFTAHUL HUDA Puger – Jember

About these ads

2 Komentar

  1. subkioke said,

    1 f 2010 pada 12:16 pm

    bagus pak. saya juga sedang mencoba meneliti dengan metode ini. terlihat memang siswa sangat aktif dan siswa merasa senang.

  2. nsoesanti said,

    5 f 2011 pada 1:29 pm

    makasih ya pak…. sangat bermanfaat…


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: